Yogyakarta, 09-09-2010 Reseller : Salomon Parlindungan - Surabaya

Anda pada halaman : home | news

Strategi Mengontrol Asthma
21-12-2009
Sesak nafas dialami oleh seseorang yang mengidap asma ketika penyakitnya itu kambuh. Mereka mengalami kesulitan bernafas. Ketika asma itu menyerang, penderita harus berusaha mengatasi serangannya itu, yang ditandai dengan tersumbatnya saluran nafas, yang mengakibatkan penderita sulit bernafas. Tak sedikit keluarga yang panik dan bingung menghadapi serangan asma.
 

Tak jarang ruang ICU di rumah sakit jadi pilihan terakhir bagi penderita asma, dan bermalam di sana, agar asma yang kambuh itu dapat segera diatasi dan mereda, hingga akhirnya mereka bisa bernafas dengan normal kembali.

Asma adalah penyakit yang banyak diderita oleh sebagian besar masyarakat, terutama adalah anak-anak. Penyakit sangat berkaitan erat dengan faktor keturunan. Bila salah satu atau kedua orangtua, maupun kakek atau nenek menderita asma, maka sang anak pun kemungkinan akan menderita asma. Tetapi banyak juga terjadi ketika kedua orang tua tidak menderita asma, tetapi anaknya asma.

Selain disebabkan faktor keturunan, faktor lain pun dapat memicu timbulnya asma, seperti faktor alergi yang dimiliki oleh seseorang dan juga faktor lingkungan.

Asma adalah penyakit peradangan pada saluran nafas yang kronik. Biasanya seseorang yang berpenyakit asma akan mengeluhkan sesak nafas, nafas berbunyi "ngik-ngik", batuk, dan rasa tidak enak di dada. Serangan ini biasanya sering terjadi pada malam hari atau menjelang subuh/pagi hari.

Dalam tubuh, pipa saluran nafas jika masuk ke dalam paru-paru akan bercabang-cabang menjadi ribuan pipa-pipa atau saluran nafas yang sangat kecil. Pada penderita asma saluran inilah yang mengalami penyempitan.

Penyempitan bisa disebabkan oleh mengerutnya otot-otot yang melingkari saluran nafas, membengkak dan meradangnya jaringan sekitar selaput lendir saluran nafas tersebut, dan meningkatnya produksi lendir atau dahak, sehingga mengganggu ke saluran nafas. Akibatnya, aliran udara yang masuk maupun yang keluar dari paru-paru terhambat dan terganggu. Di sinilah mulai terasa sesak nafas dan serangan asma mulai terjadi.

Serangan asma yang terjadi seringkali mengganggu aktivitas penderitanya dalam kehidupan sehari-hari, juga membuat panik keluarga.

Sebenarnya penyakit asma ini bukanlah penyakit yang menakutkan. Penyakit asma dapat dikendalikan, kambuhannya dapat dicegah agar tidak sering timbul dan dapat diatasi dengan cara mengkontrolnya.

Beberapa strategi untuk mengontrol asma

1. Mengetahui dengan jelas tentang penyakit asma
Seseorang yang mengidap asma sebaiknya mengenal dengan jelas seluk beluk penyakit yang dideritanya. Mengetahui dengan jelas apa sebenarnya penyakit asma yang dideritanya itu. Pengenalan tentang asma ini sebaiknya bukan hanya untuk pasien yang menderita asma saja, tetapi juga kepada keluarganya. Dengan mengetahui dengan jelas penyakit yang di deritanya akan terbentuk sebuah motivasi positif dalam diri pasien dan keluarga untuk mengatasi asma yang diderita.

2. Mengenal faktor-faktor yang memicu kambuhnya serangan asma
Serangan asma biasanya diawali oleh faktor-faktor pemicu yang membuat penyakit ini kambuh. Dengan mengetahui, mempelajari serta memahami faktor-faktor pemicu timbulnya serangan asma yang terjadi, penderita dapat mengkontrol agar asmanya tidak sering kambuh.

Faktor-faktor pemicu serangan asma pada setiap penderita asma tidaklah sama. Faktor pemicunya dapat berupa alergi, perubahan udara, infeksi, makanan, kelelahan, obat-obatan maupun asap rokok.

Sebagian besar serangan asma dapat dicegah dengan menghindari faktor-faktor pemicunya tersebut. Dengan mempunyai kesadaran yang penuh dari penderita asma untuk mengontrol faktor pemicunya kambuhan yang sering terjadi dan membahayakan penderita tersebut dapat dihindari.

3. Pengobatan asma
Pengobatan tidak hanya dilakukan ketika serangan asma terjadi, tetapi juga saat tidak terjadi serangan. Pasien perlu memahami obat yang harus digunakan pada waktu serangan dan di luar serangan. Pada prinsipnya, pengobatan asma disesuaikan dengan berat penyakitnya.

Obat asma terbagi dalam dua kelompok, yaitu obat rutin dan obat darurat (<em>emergency</em>).

Obat rutin adalah obat yang berfungsi untuk mencegah terjadinya serangan asma. Obat ini dipakai secara terus menerus dalam jangka waktu yang relatif lama, tergantung pada berat ringannya penyakit asma yang diderita. Obat rutin ini harus digunakan setiap hari, untuk mencegah terjadinya kambuhan serangan dan bertambah beratnya penyakit asma itu.

Obat <em>emergency</em> adalah obat yang harus segera digunakan ketika serangan asma datang. Obat ini berfungsi untuk meredakan serangan atas asma yang sedang terjadi. Penggunaan obat ini dapat mencegah timbulnya serangan asma yang berat.
Bila serangan sudah dapat diatasi, obat <em>emergency</em> tak diperlukan lagi.

4. Olahraga teratur
Banyak orang yang mengatakan bahwa penderita asma tak boleh berolahraga, karena akan memicu timbulnya serangan asma. Pendapat ini sungguh tidak benar. Penderita asma justru harus melakukan olahraga secara teratur.

Penderita asma sering mengalami sesak nafas, sehingga perlu adanya latihan olahraga pada tubuhnya agar otot-otot yang ada dalam tubuh dapat bekerja secara teratur, terutama otot-otot pada fungsi pernafasan.

Sebelum melakukan olahraga sebaiknya penderita asma melakukan latihan pemanasan terlebih dahulu. Jika perlu, dapat menggunakan obat sebagai pencegahan sebelum melakukan aktivitas olahraga.

5. Secara teratur mengkontrol asma ke dokter
Penderita asma sebaiknya melakukan kontrol secara teratur ke dokter. Dengan melakukan kontrol secara teratur ini penderita dapat mengetahui dengan jelas bagaimana perkembangan dari penyakit yang dideritanya, dan mungkin pula dilakukan penyesuaian atas obat-obat yang dipergunakannya sesuai dengan kondisi tubuhnya.

Ketika melakukan kontrol ke dokter itu perlu adanya komunikasi yang baik antara dokter dengan pasien dan juga keluarganya. Pasien jangan malu untuk banyak menanyakan perkembangan penyakitnya dan dokter pun jangan pelit untuk memberikan penjelasan agar pasien mengerti dan memahami penyakitnya.

Dengan disiplin dan rutin mengontrol asma yang dideritanya, para penderita asma dapat hidup secara normal dan wajar. Mengurangi serangan yang akan terjadi dan tidak mengganggu aktivitas sehari-hari yang dilakukan. Hidup dengan asma tidak lagi bermasalah dengan disiplin anda untuk mengontrolnya (NzG)

Nieza Graha, Munich

Sumber : Gatra dot Com

 
 
Bagikan artikel ini dengan teman anda di Share
 
 
 
Arsip Berita & Artikel
 
  Daftar di PayPal, lalu mulai terima pembayaran menggunakan kartu kredit secara instan.
Menu Navigasi
 

Berita & Artikel
Berlangganan Artikel Gratis
Data anda dijamin AMAN ..!
Nama :
E-Mail :
Anti SPAM : 3S1G6
Total Pelanggan : 32   STOP Berlangganan Artikel
 

Statistik Situs
Visitor
:
sejak 03-Juni-08
PPS Launching
:
27-Maret-09
Reseller
:
33 orang
Last Reseller
NURYADI - Palembang
Beny Erwanto - Sidoarjo
Salomon Parlindungan - Surabaya
purwo tanoyo - mojokerto
M.Indra K.Wardhana - bandung
Andrey Krisbiyantono - Sidoarjo
Dwi Sekar Ayu Jayanthi - Semarang
dr. Andi Nuswantoro - Semarang
Ahmad Muzayyin - Jember
Purwanto - Juwana Pati
 

Statistik Transaksi
Last Ten
Muhammad Darmawi - Jambi - received
Yuni Andriani - Jambi - received
Sigit Indriyatma - Semarang - received
Hasna Wati - Kupang - received
Dewi SF Silalahi - Jakarta Selatan - received
Dian Syabariah - Bekasi - received
Suyerni Usman - Denpasar - received
Margini - Kodya Jambi - received
Yopi Theng - Serang - received
Dadang Pratama S - Serang - received
 

Statistik Komisi
Last Ten
Mahesa Javassidra - BCA - KCU Sudirman - Yogyakarta
Rp 50.000,- - pending
Heri Fauzan - BCA - KCP Jelutung - Jambi
Rp 50.000,- - transferred
Suhendra - BCA - KCU Sudirman - Yogyakarta
Rp 50.000,- - transferred
Yudi Bintoro - Bank Mandiri - Cibitung
Rp 200.000,- - transferred
Mahesa Javassidra - BCA - KCU Sudirman - Yogyakarta
Rp 50.000,- - transferred
Mahesa Javassidra - BCA - KCU Sudirman - Yogyakarta
Rp 50.000,- - transferred
Susilawati - BRI - KCP Nogotirto - Yogyakarta
Rp 50.000,- - transferred
Mahesa Javassidra - BCA - KCU Sudirman - Yogyakarta
Rp 100.000,- - transferred
Susilawati - BRI - KCP Nogotirto - Yogyakarta
Rp 50.000,- - transferred
Susilawati - BRI - KCP Nogotirto - Yogyakarta
Rp 50.000,- - transferred
 

OUTEA Fans on Face Book

 
free counters
Copyright ©2008 www.SehatKAYA.net  All Rights Reserved
Jl. Hos Cokroaminoto No. 125 B
Kel. Tegalrejo Kec. Tegalrejo
Kodya Yogyakarta - Yogyakarta ( 55244)
Indonesia